Mengapa
tak kunjung paham? Bukankan disaat terjaga disekelilingmu adalah fisika? Coba
sebutkan satu contoh sendi kehidupan yang tidak bertalian dengan fisika ! Lalu
salah seorang muridku bertanya seolah tak sepaham , “ Pak, apakah biduan yang
lagi nyanyi di panggung ada hubungannya dengan fisika? Saya rasa nggak ada
hubungannya sama sekali !” Sejenak
batinku bersorak, tergambar deretan
fakta tak terbantahkan yang berjejal antri di ujung lidahku untuk mematahkan
anggapan muridku itu.
“Begini
ya nak….” ujarku yang saya buat sebijak mungkin mengawali jawaban atas
pertanyaan muridku. “Ketika seorang penyanyi (saya tidak menyebut biduan)
melantunkan lagunya apa yang kalian dengar?” Serentak murid-murid lain di kelas
berebut menjawab “Suara pak… “, sebagian yang lain menjawab “ Bunyi pak…. “,
salah satu satu muridku yang bengal tapi kreatif nyeletuk “ Jaran Goyang pak (Jaran Goyang adalah judul salah satu lagu yang sedang ngetren).
“
Bagus…. apapun yang keluar dari mulut penyanyi tentu kita sepakat dengan kata
bunyi untuk mengistilahkannya, jika kita membicarakan tentang bunyi, di alam
pikiranmu mesti terpampang istilah lain seperti, gelombang bunyi, frekuensi bunyi, intensitas bunyi, taraf intensitas
bunyi sampai efek Doppler.
Pernahkah kalian membandingkan suara yang dihasilkan penyanyi yang satu dengan
yang lain, penyanyi dengan power suara yang
kecil akan memiliki taraf intensitas yang kecil sebaliknya penyanyi yang
power suaranya keras akan memiliki taraf intensitas besar. Nah… sekarang kalian
tahu bahwa seorang penyanyi yang sedang bernyanyipun ternyata erat sekali
hubungannya dengan fisika.”
Seolah
kurang puas salah satu muridku yang lain berargumen ,“ Waktu saya berolah raga
futsal, saya enggak perlu tahu fisika untuk bisa bermain bagus pak”, begitu
ujarnya. Saya tersenyum, mengangguk dan setuju dengan argumennya “ Betul sekali
pendapat Rizqy tadi, tidak diperlukan nilai fisika bagus untuk bisa menjadi
pemain futsal yang bagus. Tapi perlu kalian ketahui atlet futsal atau sepak
bola sekalipun dengan bakat dan latihan yang teratur mereka secara alamiah
sudah mengamalkan ilmu fisika , bagaimana dia harus mengumpan bola pada
temannya yang berjarak tertentu sehingga bola tepat sampai pada yang di tuju
adalah bentuk pengamalan ilmu fisika cabang gerak parabola.” Di sudut kelas
saya lirik Rizqy si jago futsal di kelas ini tampak puas dengan jawaban saya.
Ada persaan damai menyelusuri labirin kalbuku ketika siswa dapat terpahamkan
dengan penjelasanku.
Tentu
masih seabreg sendi kehidupan yang dapat dijelaskan secara gamblang dengan ilmu
fisika. Di kesempatan lain pertanyaan datang dari putri terkecilku yang kala
itu masih duduk di bangku SD kelas IV. Saat itu hujan turun lebat, tapi sinar
matahari tetap besinar, si kecil terobsesi dengan fenomena pelangi. “Pa…,
lihatlah di langit ada warna-warna yang bagus sekali, pelangi ya pa…”, begitu
celetuknya polos penuh kekaguman. “Indah sekali pa… kok bisa ya pa…, mengapa
warnanya kayak kue lapis, mengapa bentuknya setengah lingkaran pa…”, rentetan pertanyaan
itu begitu derasnya serasa tak sabar menunggu jawaban dari papanya.
“Begini
ya dik… “, beruntung papamu guru fisika sehingga papa akan menerangkan dengan
bahasa yang setingkat dengan pemahamannya, begitu fikirku. “ Betul itu namanya
pelangi, terjadi karena peristiwa pemantulan, pembiasan dan peruraian sinar
matahari yang datang mengenai bulir-bulir air hujan. Sedangkan bentuknya
setengah lingkaran itu mengikuti bentuk matahari, paham ya dik.?”, jawabku
sembari menyeka percikan air hujan yang meleleh di sudut bibir mungilnya.
Yah,
begitulah jadi semua sendi kehidupan terpampang jelas, fisika , fisika dan
fisika. Dari gerak melingkar mana kala terlihat putaran semua roda, mestinya
angan kita akan terbawa kepada apa yang dikenal dengan frekuensi, kecepatan
sudut , kecepatan linier ataupun gaya sentripetal. Bahkan seorang penaik
kendaraan dalam atraksi tong setanpun
telah mengamalkan ilmu fisika secara professional. Dia bisa menggeber pada
kecepatan tertentu motornya agar dapat merayap pada lingkar dalam dinding
silinder.
Bahkan
mungkin tak pernah terbayangkan oleh orang awam bagaimana pesawat itu bisa
terbang ke atas dengan penerapan perbedaan tekanan di atas dan di bawah sayap
pesawat, sebagai akibat perbedaan kecepatan aliran udara di atas dan di bawah
sayap yang dirancang untuk keperluan itu. Kebanyakan orang awam menganggap
naiknya pesawat terbang ke atas karena mesin yang ada dalam pesawat itu.
Lalu
pernahkah anda bayangkan jasa gelombang elektromagnetik yang memungkinkan kita
bisa melihat danmengetahui kejadian di
seantero dunia dalam hitungan detik. Hampir semua informasi tersaji dengan
secepat kilat karena di temukannya gelombang elektromagnetik. Kemajuan
teknologi yang luar biasa tidak dapat dipungkiri semua bersumber dari ilmu
fisika.
Maka,
mengapa kita tak kunjung paham, bukankan saat kau terjaga disekelilingmu adalah
fisika?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar