Minggu, 22 April 2018

Begitu Terjaga, Kau Lihat Fisika



Mengapa tak kunjung paham? Bukankan disaat terjaga disekelilingmu adalah fisika? Coba sebutkan satu contoh sendi kehidupan yang tidak bertalian dengan fisika ! Lalu salah seorang muridku bertanya seolah tak sepaham , “ Pak, apakah biduan yang lagi nyanyi di panggung ada hubungannya dengan fisika? Saya rasa nggak ada hubungannya sama sekali !”  Sejenak batinku bersorak,  tergambar deretan fakta tak terbantahkan yang berjejal antri di ujung lidahku untuk mematahkan anggapan muridku itu.
“Begini ya nak….” ujarku yang saya buat sebijak mungkin mengawali jawaban atas pertanyaan muridku. “Ketika seorang penyanyi (saya tidak menyebut biduan) melantunkan lagunya apa yang kalian dengar?” Serentak murid-murid lain di kelas berebut menjawab “Suara pak… “, sebagian yang lain menjawab “ Bunyi pak…. “, salah satu satu muridku yang bengal tapi kreatif nyeletuk “ Jaran Goyang pak (Jaran Goyang adalah judul salah satu lagu yang sedang ngetren).  

“ Bagus…. apapun yang keluar dari mulut penyanyi tentu kita sepakat dengan kata bunyi untuk mengistilahkannya, jika kita membicarakan tentang bunyi, di alam pikiranmu mesti terpampang istilah lain seperti, gelombang bunyi, frekuensi bunyi, intensitas bunyi, taraf intensitas bunyi sampai efek Doppler. Pernahkah kalian membandingkan suara yang dihasilkan penyanyi yang satu dengan yang lain, penyanyi dengan power suara yang  kecil akan memiliki taraf intensitas yang kecil sebaliknya penyanyi yang power suaranya keras akan memiliki taraf intensitas besar. Nah… sekarang kalian tahu bahwa seorang penyanyi yang sedang bernyanyipun ternyata erat sekali hubungannya dengan fisika.”

Seolah kurang puas salah satu muridku yang lain berargumen ,“ Waktu saya berolah raga futsal, saya enggak perlu tahu fisika untuk bisa bermain bagus pak”, begitu ujarnya. Saya tersenyum, mengangguk dan setuju dengan argumennya “ Betul sekali pendapat Rizqy tadi, tidak diperlukan nilai fisika bagus untuk bisa menjadi pemain futsal yang bagus. Tapi perlu kalian ketahui atlet futsal atau sepak bola sekalipun dengan bakat dan latihan yang teratur mereka secara alamiah sudah mengamalkan ilmu fisika , bagaimana dia harus mengumpan bola pada temannya yang berjarak tertentu sehingga bola tepat sampai pada yang di tuju adalah bentuk pengamalan ilmu fisika cabang gerak parabola.” Di sudut kelas saya lirik Rizqy si jago futsal di kelas ini tampak puas dengan jawaban saya. Ada persaan damai menyelusuri labirin kalbuku ketika siswa dapat terpahamkan dengan penjelasanku.

Tentu masih seabreg sendi kehidupan yang dapat dijelaskan secara gamblang dengan ilmu fisika. Di kesempatan lain pertanyaan datang dari putri terkecilku yang kala itu masih duduk di bangku SD kelas IV. Saat itu hujan turun lebat, tapi sinar matahari tetap besinar, si kecil terobsesi dengan fenomena pelangi. “Pa…, lihatlah di langit ada warna-warna yang bagus sekali, pelangi ya pa…”, begitu celetuknya polos penuh kekaguman. “Indah sekali pa… kok bisa ya pa…, mengapa warnanya kayak kue lapis, mengapa bentuknya setengah lingkaran pa…”, rentetan pertanyaan itu begitu derasnya serasa tak sabar menunggu jawaban dari papanya.

“Begini ya dik… “, beruntung papamu guru fisika sehingga papa akan menerangkan dengan bahasa yang setingkat dengan pemahamannya, begitu fikirku. “ Betul itu namanya pelangi, terjadi karena peristiwa pemantulan, pembiasan dan peruraian sinar matahari yang datang mengenai bulir-bulir air hujan. Sedangkan bentuknya setengah lingkaran itu mengikuti bentuk matahari, paham ya dik.?”, jawabku sembari menyeka percikan air hujan yang meleleh di sudut bibir mungilnya.

Yah, begitulah jadi semua sendi kehidupan terpampang jelas, fisika , fisika dan fisika. Dari gerak melingkar mana kala terlihat putaran semua roda, mestinya angan kita akan terbawa kepada apa yang dikenal dengan frekuensi, kecepatan sudut , kecepatan linier ataupun gaya sentripetal. Bahkan seorang penaik kendaraan dalam atraksi tong setanpun telah mengamalkan ilmu fisika secara professional. Dia bisa menggeber pada kecepatan tertentu motornya agar dapat merayap pada lingkar dalam dinding silinder.

Bahkan mungkin tak pernah terbayangkan oleh orang awam bagaimana pesawat itu bisa terbang ke atas dengan penerapan perbedaan tekanan di atas dan di bawah sayap pesawat, sebagai akibat perbedaan kecepatan aliran udara di atas dan di bawah sayap yang dirancang untuk keperluan itu. Kebanyakan orang awam menganggap naiknya pesawat terbang ke atas karena mesin yang ada dalam pesawat itu.

Lalu pernahkah anda bayangkan jasa gelombang elektromagnetik yang memungkinkan kita bisa melihat danmengetahui  kejadian di seantero dunia dalam hitungan detik. Hampir semua informasi tersaji dengan secepat kilat karena di temukannya gelombang elektromagnetik. Kemajuan teknologi yang luar biasa tidak dapat dipungkiri semua bersumber dari ilmu fisika.

Maka, mengapa kita tak kunjung paham, bukankan saat kau terjaga disekelilingmu adalah fisika?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Matematika Fisika perlu tidak ya ?

https://serambimata.com/   Di setiap awal tahun pelajaran baru saya selalu memulai pelajaran dengan pembahasan materi yang saya namakan...