Bahasa merupakan alat komunikasi yang berisi sistem lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa terdiri atas kumpulan kata-kata , yang masing-masing mempunyai makna yaitu hubungan abstrak antara kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakili oleh kumpulan kata atau kosa kata. Pada waktu kita berbicara atau menulis, kata-kata yang kita ucapkan atau kita tulis tidak tersusun begitu saja, melainkan mengikuti aturan yang ada. Untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan, kita harus memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu sesuai dengan aturan bahasa. Seperangkataturan yang mendasari pemakaian bahasa, atau yang kita gunakan sebagai pedoman berbahasa inilah yangdisebut tata bahasa.
Fungsi utama bahasa, adalah sebagai alat komunikasi, atau
sarana untuk menyampaikan informasi (fungsi informatif). Tetapi, bahasa pada
dasarnya lebih dari sekadar alat untuk menyampaikan informasi, atau
mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan, karena bahasa juga berfungsi: untuk tujuan praktis: mengadakan
hubungan dalam pergaulan sehari-hari, untuk tujuan artistik: manusia mengolah
dan menggunakan bahasa dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis
manusia., sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di luar
pengetahuan kebahasaan dan untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki
latar belakang sejarah manusia, selama kebudayaan dan adat-istiadat, serta
perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis).
Bahasa adalah pengetahuan dasar yang merupakan syarat wajib
bagi seseorang untuk dapat berinteraksi dengan orang lain. Dengan bahasa pula
kita bisa mempelajari cabang ilmu pengetahuan yang lain. Seorang dengan
kemampuan berbahasa yang baik akan dengan mudah menyampaikan pesan ke orang
lain ataupun menyerap pesan yang diterimanya.
Perkembangan teknologi dan dunia global pada saat ini membawa
paradigm baru bahwa kita tidak hanya cukup cakap menguasai bahasa nasional
saja, melainkan kita harus menguasai bahasa asing minimal bahasa Inggris.
Dengan dikuasainya bahas internasional maka akan terbuka tabir penghalang yang
selama ini mengungkung kita pada area terbatas nasional. Penguasaaan bahasa internasional yang baik akan membawa
dampak positif , utamanya pada pengembangan kiprah kita di dunia internasional
lintas bangsa. Tidak bisa dipungkiri semua sendi kehidupan di dunia ini sangat
bergantung pada bahasa sebagai alat perantara pesan.
Matematika adalah segala sesuatu yang
berhubungan dengan angka dan bilangan. Namun tidak hanya sekedar itu , untuk
mendeskripsikan definisi kata matematika para matematikawan belum pernah
mencapai satu titik “puncak” kesepakatan yang “sempurna”. Banyaknya
definisi dan beragamnya deskripsi yang berbeda dikemukakan oleh para ahli,
-mungkin- disebabkan oleh ilmu matematika itu sendiri, di mana matematika
termasuk salah satu disiplin ilmu yang memiliki kajian sangat luas sehingga
masing-masing ahli bebas mengemukakan pendapatnya tentang matematika
berdasarkan sudut pandang, kemampuan, pemahaman, dan pengalamannya masing-masing.
Matematika adalah studi besaran, struktur, ruang, dan
perubahan. Matematika adalah ilmu tentang berfikir dan bernalar tentang
bagaimana cara memperoleh kesimpulan-kesimpulan yang tepat dari berbagai
keadaan.
Umumnya matematika disikapi dengan kurang
bersahabat oleh sebagian besar orang yang alergi kepadanya. Berhubungan dengan
matematika, bagi mereka merupakan hal yang “menakutkan” karena harus berkutat
dengan angka-angka pelik yang menguras energi otak mereka. Padahal dalam
kehidupan sehari-hari semua hal selalu berhubungan dengan matematika. Oleh
sebab itu sekolah di manapun diseluruh dunia mesti mencantumkan matematika
sebagai salah satu mata pelajaran dalam muatan kurikulumnya.
Itulah bahasa dan matematika ibaratnya kalau
bahasa adalah ibu dari ilmu pengetahuan maka matematika adalah bapak ilmu
pengetahuan. Kedua cabang ilmu ini harus berjalan bersinergi membentuk kesatuan
pemahaman padu. Dengan dikuasainya kedua cabang ilmu pengetahuan ini, maka
sudah barang tentu kita tidak akan merasa kesulitan untuk mempelajari cabang
ilmu manapun.
Dalam suatu kesempatan saya pernah berseloroh
kepada murid-murid yang saya ajar, “ Coba beri
satu contoh mata pelajaran saja yang kalian pelajari yang tidak
menggunakan bahasa dan matematika !” Sejenak anak-anak diam , mereka sibuk
mencari jawaban. Ada yang memandang langit-langit kelas seolah disana tertayang
jawaban. Ada pula yang sibuk mengernyitkan dahi agar menimbulkan kesan sedang
berpikir keras.
Sejenak setelah itu beberapa murid berlomba diri menjawab pertanyaanku. “ PKn pak…, sejarah pak…, olah raga
pak…! demikian diantaranya sahutan beberapa muridku sambil mengharap
persetujuanku. “Bapak tidak akan menjawab pertanyaanmu secara gamblang, tapi
dari jawaban bapak coba kamu simpulkan sendiri. Yang pertama, pada pelajaran
PKn kalian mengenal Pancasila , coba tolong Niken sebutkan Pancasila !” Lalu
dengan sigap Niken menyebutkan dengan jelas Pancasila satu seterusnya sampai ke
lima. Sebagian siswa sudah paham maksud dari bapak gurunya, bahwa urutan pancasila
itu menggunakan lambang angka kepunyaan matematika. Demikian juga untuk
pelajaran sejarah saya tanyakan kapan perang Diponegoro berlangsung? Untuk
pelajaran olah raga saya tanyakan berapa ukuran lapangan bola voly?
“Jadi kuasai dulu bahasa dan matematika , niscaya semua ilmu pengetahuan
dapat kamu kuasai dengan baik”, begitu kata-kata akhirku untuk menutup
pelajaran saat itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar